Maskapai nasional Garuda Indonesia tengah melakukan pembicaraan awal dengan Danantara terkait kemungkinan suntikan modal baru. Diskusi ini dilakukan menyusul kondisi keuangan Garuda yang semakin kritis, di mana maskapai pelat merah itu kembali mencatatkan kerugian pada tahun lalu setelah sebelumnya sempat menikmati lonjakan penumpang pasca pandemi. Menurut sumber yang mengetahui situasi ini, nilai penyuntikan modal masih dibahas dan belum ada keputusan final.

Kondisi keuangan Garuda semakin memprihatinkan dengan adanya defisit modal lebih dari US$1,4 miliar dan lebih dari 15 pesawat yang dikandangkan akibat kesulitan membayar perawatan. Beberapa pemasok pun mulai menuntut pembayaran lebih awal karena khawatir terhadap kondisi finansial maskapai. Di tengah tekanan tersebut, pemerintah telah menyerahkan 65% saham Garuda ke Danantara pada Maret lalu sebagai bagian dari restrukturisasi BUMN. CEO baru Garuda, Wamildan Tsani Panjaitan, kini dihadapkan pada tantangan berat untuk menyelamatkan maskapai berusia 76 tahun itu dari jurang krisis.
Yang menjadi sorotan masyarakat kenapa Garuda Indonesia selalu rugi, dibanding kan maskapai – maskapai lainnya yang selalu mendapatkan keuntungan.kita berharap semoga kedepan Garuda Indonesia bisa memperbaiki sistem keuangan dan mendapatkan hasil yang baik dan tidak mengalami kerugian terus menerus.