TNI AU berencana membeli pesawat tempur China, J-10C, yang baru saja disebut penghancur Rafale India produksi Prancis.
Tak hanya itu, Indonesia juga berencana menghidupkan kembali kontrak pembelian 11 Su-35 dari Rusia yang telah tertunda beberapa tahun dikarenakan ancaman sangsi dari AS.

Foto: Su-35.
Seperti dilaporkan kantor berita Antara, 27 Mei 2025, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono tidak menampik kabar bahwa pihaknya berencana membeli pesawat jet tempur J-10C dari China.
Indonesia sendiri akan menerima 42 Rafale secara bertahap yang dibeli dari Dassault Aviation Prancis dan enam pesawat pertama akan mulai dikirim pada awal 2026.

Foto: J-10c.
Menurut Tonny Harjono, penentuan pembelian alutsista TNI AU harus melalui beberapa tahap dan pertimbangan di Dewan Penentu Alutsista (Wantuwanda).
Pemerintah akan mempertimbangkan segala aspek dari mulai kecocokan alutsista untuk pertahanan negara hingga pertimbangan hubungan politik yang baik. Indonesia merupakan negara non blok (tidak berpihak salah satu blok Negara manapun, alias netral), dengan demikian Indonesia akan semakin kokoh di wilayah Kawasan Asia Tenggara.dengan kekuatan militer yang tangguh khususnya angkatan udara.
(Red).